Sabtu, 21 Agustus 2021

Tak Sadar Tertebas Pedang

BY Nila Yustisa Paramitha IN No comments



Apakah saat ini anda sedang menggunakan HP anda? Saya yakin bagi para pemilik HP android dan sejenisnya pasti sering melakukan aktivitas scrolling di media sosialnya. Apakah sekedar mengecek pesan, melihat status, atau yang lainnya. Hati-hati jangan sampai “Tak sadar tertebas pedang” Lhoo.. 


Saat ini gadget bukanlah barang baru. Hampir setiap orang memilikinya. Tua, muda, hingga balita, hampir semua orang terkena paparannya. Hampir semua akun media sosial ramai di kunjungi  milyaran orang di dunia. Dunia seolah tak memiliki batas dengan adanya internet yang menghubungkan kita dengan masyarakat dunia. 


Berdasarkan data pengguna internet yang ada di dunia tahun 2019 Indonesia menempati urutan ke 5 terbesar pengguna internet sebanyak 143,26 juta. Wow, hampir 50 persen penduduk kita yes?! 


Berbagai kegiatan bisa dilakukan dengan gadget dan Internet seperti belajar, menulis, main game, berbisnis, berjoged, hingga penipuan online dan hal berbau pornografi. Internet dan gadget bagaikan “Pedang Bermata Dua”. Salah satu sisinya berdampak positif. Sisi lainnya berdampak negatif. Semuanya tergantung kita si pemakai. Gadget bisa kita manfaatkan ke hal-hal positif yang berdampak positif atau justru kita sedang melakukan hal negatif yang dampaknya sangat buruk bagi kita. 


Salah satu dampak buruknya adalah menghabiskan waktu dengan penuh kesia-siaan. Misal, ketika kita hanya menggunakan waktu kita berjam-jam untuk Scrolling konten-konten yang tidak jelas. Bolak-balik dari satu akun ke akun yang lainnya hanya untuk mengamati status orang tanpa memiliki tujuan yang jelas misal riset atau mencari materi. Bagi penulis hal ini jelas Toxic banget.. Ini harus kita hindari.


Meskipun Scrolling tidak akan membunuhmu, tapi dia akan membunuh waktumu. Ingat, bahwa waktu adalah modal yang sangat berharga yang di berikan Allah bagi kita untuk melakukan kegiatan yang benar (Amal Sholih) dan membuat karya yang besar.


Di dalam Alqur’an Allah telah mengingatkan kita di dalam surat Al Ashr (Demi Masa), bahwa “Demi masa. Sesungguhnya manusia itu benar-benar dalam kerugian. Kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan nasehat menasehati supaya mentaati kebenaran dan nasehat menasehati supaya menetapi kesabaran.”


Ayat tersebut megingatkan pada manusia bahwa waktu adalah sesuatu yang sangat penting sehingga kita perlu menggunakan sebaik-baiknya sehingga kita tidak rugi dan mendapatkan dampak buruk atasnya. Dan ayat tersebut juga menyebutkan siapa saja yang bisa selamat dari kerugian itu? Mereka adalah orang beriman yang mengerjakan Amal Shalih (Aktivitas / Kebiasaan yang baik) dan mereka yang mengingatkan pada kebenaran dan kesabaran.


Jadi, penting sekali bagi kita memilih aktivitas yang baik. Apalagi didalam pencapaian tujuan kita. Jangan sampai kita terjebak pada aktivitas yang hanya membunuh waktu saja namun sia-sia tidak ada hasil yang kita dapatkan. Seringnya kita terjebak pada hal ini. 


Kadang saat banyak waktu luang, kita hanya melihat HP dan scrolling seharian, mabar, atau mencoba filter baru yang sedang in. Padahal tidak ada kaitannya dengan impian kita, sedang impian kita seharusnya merupakan rangkaian dari proses yang kita lakukan. Akhirnya kita lupa dengan tujuan kita. Gawat.. 


Jauh-jauh hari Rasulullah telah mengingatkan kita dalam sebuah hadits, Nabi Muhammad bersabda:

 

"Dua nikmat yang banyak manusia tertipu di dalam keduanya, yaitu nikmat sehat dan waktu luang." (HR. Bukhari, Tirmidzi dan Ibnu Majah).


Waktu luang terkadang memang melenakan kita. Maka kita harus benar-benar berhati-hati. Apalagi di masa pandemic seperti sekarang dimana kita harus Wfh, Sfh dan semuanya dari rumah. Saking banyaknya waktu luang akhirnya banyak waktu kita untuk mager dan bermain hp saja.


Al-Imam Asy-Syafi'i rahimahullah juga telah mengingatkan kita tentang pentingnya waktu dan bahaya jika tidak menggunakannya dengan bijak. Beliau berkata


الْوَقْتُ سَيْفٌ فَإِنْ لَمْ تَقْطَعْهُ قَطَعَكَ، وَنَفْسُكَ إِنْ أَشْغَلْتَهَا بِالْحَقِّ وَإِلاَّ اشْتَغَلَتْكَ بِالْبَاطِلِ


"Waktu ibarat pedang, jika engkau tidak menebasnya maka ialah yang akan menebasmu. Dan jiwamu jika tidak kau sibukkan di dalam kebenaran maka ia akan menyibukkanmu dalam kebatilan" (Dinukil oleh Al-Imam Ibnul Qoyyim rahimahullah dalam kitabnya Al-Jawaab Al-Kaafi hal 109 dan Madaarijus Saalikiin 3/129).


Maka kita perlu memulai untuk berbenah dan mulai mengatur waktu kita dengan sebaiknya. Jangan sampai kita tanpa sadar telah tertebas pedang namun kita masih terlena dibuatnya.

Yang Berat Itu Bukan Rindu…

BY Nila Yustisa Paramitha IN No comments



Beberapa tahun ke belakang public di gegerkan dengan Film Dilan. Diangkat dai sebuah novel karya Pidi Baiq yang berjudul Dilan: Dia adalah Dilanku Tahun 1990. Sejak film ini beredar banyak status, meme di media sosial yang membicarakan tentangnya. Ada yang berisi isi film, ada yang berisi candaan, hingga kritikan lucu terhadap kebijakan. Terlepas dari bagus tidaknya film ini untuk ditonton Film ini cukup sukses menggaet perhatian public. 


Salah satu yang paling populer adalah ucapan rayuan gombal dilan ke Milea “Jangan rindu. Ini berat. Kau takkan kuat. Biar aku saja.” Banyak yang dibikin Melting dengan kalimat ini. Tapi sebenarnya bukan rindu yang berat. Yang berat itu adalah Istiqomah.


Ya, yang berat itu Istiqomah atau Konsisten. Istiqomah artinya terus menerus melakukan suatu kegiatan yang baik. Istiqomah sendiri diambil dari serapan kata bahasa arab yang berarti lurus. 


Banyak definisi yang disampaikan oleh para ulama tentang Istiqomah. Yang bisa kita rangkum, Istiqomah itu adalah sebuah konsistensi kita terhadap keimanan kepada Allah, dengan melakukan semua perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya tanpa terkecuali dengan terus menerus. Bagi seorang muslim istiqomah ini sangat perl sekali. Karena Allah mencintai perbuatan baik (Amal Sholih) yang terus menerus.


Lalu apa hubungannya Istiqomah dengan impian kita?


Dalam meraih sebuah impian kita pasti akan di hadapkan pada proses. Seorang penulis misalnya, ia perlu membangun kebiasaan-kebiasaan baik seperti membaca, berlatih menulis, mengikuti pelatihan. Banyak hal yang perlu kita susun untuk meraih tujuan kita missal ingin menjadi Novelis, penulis konten website, penulis skrip film dan sebagainya. 


Namun, kegitan itu semua perlu dilakukan secara kontinyu. Bukan Cuma sekali. Atau kadang dilakukan, kadang tidak. Jika demikian itu artinya kita tidak serius dengan impian kita. Dan ketidakseriusan inilah yang membuat kita gagal. 


Jika kita tidak ingin gagal dalam meraih impian kita maka kita perlu melakukannya dengan serius, fokus, dan konsisten. Ketiganya adalah rahasia dari tokoh-tokoh besar dunia untuk meraih kesuksesan dan impian mereka.


Bill Gates misalnya, ia tidak pernah berhenti mempelajari hal-hal baru tentang komputasi. Sehingga saat ini Microsoft yang dibangunnya, menjadi perusahaan teknologi informasi terkemuka di dunia.


Di Indonesia, kita bisa melihat Sosok Presiden RI yang pertama, beliau adalah orang yang selalu belajar. Bahkan saat di penjara waktunya digunakan untuk banyak belajar. Sehingga beliau menjadi tokoh pergerakan yang sangat hebat. Orasinya tak pernah membuat orang mengantuk bahkan membangkitkan gelora perjuangan.


Itu semua mereka raih dengan kesungguhan, dan konsistensi yang sangat besar. Bukan dengan kemalasan, dan keengganan dalam melakukan kebiasaan baik..Maka kita bisa melihat hasilnya mereka menjadi orang-orang hebat yang bahkan di segani oleh dunia.


Kesungguhan melakukan sesuatu secara terus menerus memang berat,. Namun kita kaum muslim seharusnya bisa. Allah banyak sekali memberikan motivasi kepada kita di dalam Alquran untuk sesantiasa istiqomah. Salah satunya “ Sesungguhnya orang-orang yang berkata, “ Tuhan kami adalah Allah,” kemudian mereka tetap istiqomah, maka tidak ada rasa khawatir pada mereka, dan tidak pula mereka bersedih hati. Mereka itulah para penghuni surga, mereka kekal di dalamnya, sebagai balasan atas apa yang telah mereka kerjakan.”


Rasulullah juga memberikan contoh kepada kita dalam hal melakukan perbuatan yang terus-menerus. Seperti bangun di tengah malam  untuk shalat, tepat waktu dalam menjalankan shalat wajib, puasa sunnah, konsisten melakukan dakwah. Dan lain sebagainya.


Rasulullah bersabda “ Berbuat sesuatu yang tepat dan benarlah kalian dan amal yang paling dicintai Allah adalah amalan yang terus menerus meskipun sedikit.” (HR. Bukhari).

Maka konsisten atau istiqomah adalah sesuatu yang seharusnya menjadi karakter kita. Kita perlu mengusahakannya agar kita menjadi biasa. Itulah salah satu rahasia mewujudkan impian-impian kita. Jadi, bukan rindu yang berat dilan, tapi istiqomah. Meskipun demikian tapi kita pasti bisa melakukannya.

Bertemu Orang Yang Tepat

BY Nila Yustisa Paramitha IN No comments



Belakangan ini saya melihat banyak Meme di media sosial terkait jodoh. Kita tak pernah tahu siapa jodoh kita. Siapa yang menjadi pasangan sehidup sesurga dengan kita nantinya. Jodoh adalah rahasia Allah. Salah satu hal yang di rahasiakan-Nya. Salah satu hal yang di janjikan-Nya untuk kita. Kita tak perlu ragu untuk memasrahkan semua pada-Nya. Bahkan jika kita tidak mendapatkan-Nya di Dunia bagi orang beriman,  Allah akan memberikannya di Akhirat. Itu terkait jodoh.

Lalu, apa hubungannya jodoh dengan impian? Beberapa meme itu menyampaikan bahwa kehidupan akan lebih baik jika kita bertemu dengan orang yang tepat. Saya pikir, benar juga memang! Bertemu orang yang baik kita akan menjadi baik, bertemu orang yang buruk maka kita bisa menjadi buruk. Baik itu dalam pernikahan atau tujuan yang lainnya termasuk impian.

Jauh-jauh hari Rasulullah bahkan telah sebagai berikut:

عَنْ أَبِي مُوسَى رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ، عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: “مَثَلُ الجَلِيسِ الصَّالِحِ وَالسَّوْءِ، كَحَامِلِ المِسْكِ وَنَافِخِ الكِيرِ، فَحَامِلُ المِسْكِ: إِمَّا أَنْ يُحْذِيَكَ، وَإِمَّا أَنْ تَبْتَاعَ مِنْهُ، وَإِمَّا أَنْ تَجِدَ مِنْهُ رِيحًا طَيِّبَةً، وَنَافِخُ الكِيرِ: إِمَّا أَنْ يُحْرِقَ ثِيَابَكَ، وَإِمَّا أَنْ تَجِدَ رِيحًا خَبِيثَةً “

“Perumpamaan kawan yang baik dan kawan yang buruk seperti seorang penjual minyak wangi dan seorang peniup alat untuk menyalakan api (pandai besi). Adapun penjual minyak wangi, mungkin dia akan memberikan hadiah kepadamu, atau engkau membeli darinya, atau engkau  mendapatkan bau harum darinya. Sedangkan pandai besi, mungkin dia akan membakar  pakaianmu, atau engkau mendapatkan bau yang buruk”.[HR. Bukhari dan Muslim]

Orang yang baik akan menjadikan kita lebih baik. Begitu pula dalam mengejar impian. Kita harus menemukan orang yang tepat yang bisa mendekatkan kita pada cita-cita kita. Misalnya dia bisa mengarahkan kita. Bisa memberikan kita masukkan. Kritikan, saran dan pujian. 

Orang-orang ini terkadang bisa tanpa kita sengaja kita temui. Namun, terkadang kita perlu usaha untuk menemukannya. Misalnya kita perlu mendatangi komunitas-komunitas yang berhubungan dengan dream kita. Misalnya jika kita ingin menjadi pengusaha kita perlu mendatangi komunitas seperti Billioner. Jika kita ingin menjadi penulis kita perlu komunitas seperti KMO. Dan lain sebagainya. Bersama orang-orang yang tepat kemampuan, pengetahuan kita bisa bertambah.

Perjalanan dakwah Rasulullah juga menjadi pelajaran berharga untuk kita. Bahwa Rasulullah dalam perjalanan dakwahnya beliau mencari orang-orang yang mau ikut membersamainya dalam perjuangannya. Orang-orang yang mau untuk membela agama Allah. Para sahabat juga merasa sangat beruntung bisa bertemu dengan Rasulullah. Yang menjadikan mereka orang yang mengenal Allah. Orang-orang yang menjadi penolong agama Allah. Bahkan orang yang mendapatkan janji berupa kenikmatan hidup di Surga. Mereka bersama-sama saling mendukung dalam meraih tujuan.

Hal tersebut mengajarkan kita bahwa bertemu dengan orang yang tepat akan membuat tujuan atau impian kita lebih mudah tercapai. Maka kita perlu berusaha untuk bertemu dengan orang-orang seperti ini.

Sabtu, 20 Februari 2021

Welcome To My Blog 20/02/2021 Pukul 20.00

BY Nila Yustisa Paramitha IN No comments




 Assalamu'alaikum wr wb


Alhamdulillah, Blog ini sudah 99% jadi, tinggal beberapa editan di Lay out-nya yang masih agak kurang menurut saya.


Seperti yang saya sampaikan ke temen-temen wa, bahwa pada hari ini 20-02-2021 Jam 2002.


Saya buka dengan : 

"Bismillahirrohmanirrohiim"


Pengalaman Baru

Dalam membuat blog ini saya belajar banyak hal yang baru lagi. Meskipun sudah dari tahun 2010 lalu saya suka mengutak-atik blog tapi ternyata banyak hal baru dari ilmu yang sebearnya sudah lama kita pelajari.


Saya agaknya melupakan hal-hal yang dulu terasa menyenangkan. Hehe.


Setelah kiranya anak-anak saya tertidur pulas. Saya buka kembali Laptop semingguan ini hingga tengah malam. Untuk mengubah tampilan pada blog saya, dan sembari cari inspirasi ke blog tetangga. Apa yang bisa di aplikasikan untuk blog saya.


Saya juga akhirnya mencoba yang dulu belum saya lakukan yaitu membeli domain dan mensettingnya sendiri.


Alhamdulillah dapat masukan dari teman, dan bisa dapat masukan dari CSnya Niaga Hoster yang udah siaga sejak dini hari.


Salut deh jam 03.00 bisa membalas chatingan saya.


Lain kali kita sambung lagi. Terima kasih.



Jumat, 19 Februari 2021

Perbaiki Fokusmu!

BY Nila Yustisa Paramitha IN No comments

 



Menggapai impian memang bukanlah sesuatu yang mudah. Ada harga yang harus kita bayar. Yaitu Perjuangan. Dunia ini adalah tempat untuk berjuang. Tempat segala kekuatan diupayakan. 


Allah telah memberikan modal yang sama kepada kita. Diri kita yang hidup. Waktu yang sama yaitu 24 jam dalam sehari. Udara yang cukup tersedia di alam untuk kita. Segala kebutuhan yang dapat dipenuhi di buminya yang luas. Semuanya pastinya cukup untuk manusia. Artinya kita punya kesempatan yang sama dengan manusia lainnya.


Selain itu Allah juga telah berikan dalam diri kita sebagai manusia potensi yang sama. Kita punya kebutuhan hidup. Kita punya naluri. Juga kita punya akal. Semua potensi ini bisa dan harus kita maksimalkan ketika hidup di dunia-Nya. Menjadikan kehidupan kita baik. Dunia menjadi lebih baik. Dan Semua itu kita lakukan untuk meraih keridhoannya. Keridhoan-Nya bisa kita raih dengan menjadikan diri kita sebagai manusia yang bermanfaat dan menghasilkan banyak karya.


Semua potensi yang telah di berikan oleh Allah itu patut kita Syukuri Allah berfirman di surat Ar Rahman

فَبِأَىِّ ءَالَآءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبَانِ 

Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?

Sebagai bentuk syukur kita, banyaknya kenikmatan atas potensi ini seharusnya membuat kita fokus pada potensi itu. Memaksimalkan kepada tercapainya kepada tujuan. Atau mimpi-mimpi kita. Bukan terfokus pada “pencuri mimpi” atau hal-hal negatif yang melemahkan diri kita.


Banyak orang yang telah berhasil meraih mimpinya, karena  memfokuskan dirinya pada semua potensi yang dimilikinya bukan pada kekurangan yang dimilikinya. Salah satunya Stephen Hawking. Seorang ilmuwan asal Inggris yang lahir pada tahun 1942. Semasa kecil dia adalah seseorang siswa yang malas. 


Lalu hal itu seketika berubah ketika ia mengenal seorang guru matematika yang bernama Dikran Tahta. Tahta membuatnya mengenal pelajaran matematika menjadi sesuatu yang menyenangkan. Sehingga membuat Stephen semakin giat mengejar impiannya.


Banyak hal dilakukan oleh Stephen seperti berhasil merakit komputer menggunakan bagian mekanik jam, papan kabel telepon yang sudah tidak terpakai, dan banyak lagi komponen daur ulang yang lain.   


Pada usia 17 tahun ia berhasil memasuki Oxford University dan melanjutkan studynya disana. Namun pada usia 21 dokter mendiagnosa bahwa dirinya menderita Amytrophic Lateral Sclerosis (ALS), yaitu penyakit yang melemahkan otot dan merusak fungsi otak. 


Seketika dia merasa hancur bahkan depresi karena merasa tak berguna lagi. Beruntungnya ada keluarga yang sangat menyayanginya dan memberikan dukungan padanya. Hingga dia bisa menghasilkan karya lainnya.


Stephen Hawking membuat kita belajar bagaimana kita bisa bangkit dari keterpurukan dan focus pada tujuan dan mimpi-mimpi kita.


Di dunia Islam kita mengenal sosok ulama masyhur yang bernama Imam Syafi’i. Ia adalah imam besar yang mazhabnya dipakai hingga sekarang. Dibalik kebesaran namanya ada kisah yang menarik yang bisa kita jadikan pelajaran.


Syafi’I kecil adalah anak yatim yang miskin. Ibunya membesarkan beliau tanpa harta dari ayahnya. Namun keteguhan hati ibundanya membuat beliau bisa bersekolah. Suatu hari ia bersekolah tanpa membawa buku dan pena karena tak memiliki cukup uang untuk membelinya. Ia mendengarkan Imam Malik Bin Hambal mengajarkan alquran dan hadits. 


Saat mendengarkan imam malik, Beliau membasahi jarinya dengan ludah lalu menuliskan di meja. Hal ini membuat gurunya sangat risih. Lalu memanggilnya


“Wahai Syafi’I kenapa melakukan hal itu, apakah kamu merasa bahwa hal ini tidak penting sehingga engkau bermain-main dan melakukan kesia-siaan?. Jika kamu tidak mau belajar bergilah, aku tidak suka melihat anak yang tidak serius” Kata Imam Ahmad.


Asy Syafi’I menjawab “ Bukan wahai guru, saya melakukan itu untuk menghafal alquran dan hadits yang engkau ajarkan. Jika engkau mau akan saya bacakan semua yang telah engkau ajarkan kepada kami dengan lancar.”


Akhirnya di perlihatkan hafalannya pada imam Ahmad dan gurunya menjadi iba. Kondisi kekurangan ternyata bukan menjadikan halangan bagi seseorang untuk meraih impian yang besar. Keteguhan Imam Syafi’I inilah yang menjadikan dirinya Ulama yang Masyhur. Telah banyak karya yag dihasilkan oleh beliau. Bahkan hingga sekarang banyak yang masih menjadi pengikut mazhab beliau. Termasuk Indonesia menjadi salah satu Negeri dengan jumlah pengikut Asy Syafi’I terbesar di dunia. Tidak terbayang berapa jumlah pahala yang mengalir atas ilmu beliau yang sangat bermanfaat ini. 


Mereka adalah manusia yang memfokuskan dirinya pada pencapaian impian-impiannya. Bukan focus pada kekurangan dan kelemahan diri mereka. Akhirnya mereka berhasil meraihnya. Mereka adalah manusia yang sama seperti kita. Allah juga telah memberikan potensi yang sama kepada kita dan mereka. Maka kesempatan kita untuk meraih tujuan dan impian kita pun sebeenarnya sama. Tinggal bagaimana kita memaksimalkannya.


Telah di posting di Grup KMO Facebook sebagai sarkat #Day8

Melawan Si Pencuri

BY Nila Yustisa Paramitha IN No comments


 

Tidak hanya harta benda saja yang bisa di curi. Mimpi atau Impian juga ada yang mencurinya. Memang pencuri mimpi tidak seperti pencuri harta yang dipolisikan jika ketahuan. Pencuri mimpi ini tidak bisa. Pencuri mimpi ini bahkan terkadang kita tidak menyadarinya walau sedang kecurian.Maka kita perlu untuk waspada. Lalu bagaimana agar kita bisa waspada? Yang pertama kita perlu tahu wujud dari si pencuri ini. Bagaimana sih bentuk mereka.


Karena Impian itu berbentuk isi pikiran, maka si pencuri ini juga demikian. Pencuri mimpi adalah sesuatu hal yang bisa membuat kita kehilangan impian, memudarkan impian itu, bahkan mematikannya. Sehingga kita tidak lagi mempunyai impian lagi. Padahal kita tahu bahwa hidup tanpa impian adalah sesuatu yang hambar. 


Pencuri mimpi bisa berasal dari eksternal atau internal. Faktor internal itu berasal dari diri kita sendiri. Sedangkan faktor eksternal berasal dari orang atau lingkungan kita.


Pertama faktor internal dalam diri kita bisa berupa rasa tidak percaya diri pada kemampuan diri kita. Misalnya kita merasa tidak mampu menulis. Padahal sebenarnya kita bisa. Sejak sd guru kita telah memberikan materi bahasa Indonesia yang menjadi bekal kita untuk menulis. Kemudian semakin berjalannya waktu kemampuan bahasa kita bertambah. Bahkan kita bisa menyusun makalah atau bahkan skripsi. Sebenarnya kita bisa. Namun karena adanya rasa tidak percaya diri ini , membuat kita tidak mau mencoba menulis atau bahkan memberikan stigma pada diri sendiri “aku nggak bisa nulis”. Jadilah beneran kita nggak bisa nulis.


Faktor internal yang kedua adalah kemalasan. Kemalasan ini adalah racun bagi semua orang. Karena kemalasan akan menghambat tercapainya prestasi kita. Misalnya ketika kita punya tugas, kemudian kita malas mengerjakannya maka pekerjaan itu tidak akan pernah selesai. Rasa malas belajar, membaca, menulis, atau malas beraktivitas ini membuat kita mandeg tak akan merubah keadaan. Padahal Allah telah menyampaikan bahwa “Allah tidak akan mengubah nasib suatu kaum sebelum mereka mengubahnya sendiri” (QS Ar Ra’du 11).


Selain kemalasan, dan  ketidakpedean kita terhadap diri kita pikiran negatif lainnya juga bisa menjadi pencuri mimpi atau bahkan pembunuh mimpi kita.

Sedangkan faktor eksternal berasal dari orang lain. Pikiran negatif yang berasal dari orang lain ini terkadang bisa membuat impian kita hilang dan mati. Misalnya ada orang yang bilang “Kamu nggak bakal bisa”, “Mimpi kamu!”, “Kalo mimpi jangan ketinggian nanti jatuhnya sakit”, “Mengkhayal kamu!”. Akhirnya dari kata-kata itu kita jadi tidak pede, malas mewujudkan impian kita. 


Semua pikiran negatif itu harus kita lawan. Si Pencuri Mimpi harus kita lawan, supaya kita bisa mewujudkan impian kita. Caranya adalah dengan memantapkan hati kita. Memperbanyak Usaha kita. Mengukur pencapaian kita. Dan semakin menambah kualitas pencapaian kita. Serta membekali diri kita dengan ketaqwaan kepada Allah. Bahwa Allah tidak memberikan cobaan kepada kita melebihi kemampuan kita. Allah juga yang akan menolong kita untuk mewujudkan semua impian dan doa-doa kita.

Telah di posting di Grup KMO Facebook sebagai sarkat #Day7

Make Your Dream Come True

BY Nila Yustisa Paramitha IN No comments




Dream atau Mimpi memang sesuatu yang belum dapat kita lihat saat ini. Bahkan terkadang menjadi sesuatu yang terkesan Khayal atau sesuatu yang tidak dapat di wujudkan. Namun memiliki impian bisa menjadikan hidup kita lebih bermakna. Lebih bersemangat. Lebih giat dalam beraktivitas. Lebih berprestasi. Dan menjadikan masa depan lebih baik dari sekaraang.


Tanpa impian hidup akan terasa hampa. Hidup hanya mengikuti arus menjadikan seseorang tak bersemangat. Menyia-nyiakan waktu.  Tak punya prestasi. Bahkan kita bisa menjadi korban mimpi orang lain.


Banyak sekali kisah orang-orang hebat yang prestasinya bisa kita nikmati hingga sekarang karena dia punya mimpi yang besar. Dari bola lampu misalnya. Ingatkah siapa penemu lampu yang akhirnya bisa kita nikmati hingga sekarang.  Ya, Thomas Alfa Edison. 


Alfa Edison kecil dikenal sebagai anak bandel bahkan bodoh disekolahnya. Guru mengenalnya sebagai pembuat onar. Akhirnya ibundanya mengambil alih pendidikannya dan mengajarinya dengan penuh cinta. Ia mendukung setiap keinginan dan mengarahkan impian anaknya.


Suatu hari Edison melihat ibunya menyulam, namun kesulitan karena suasana gelap yang ia rasakan di malam hari. Sehingga dia bertekad bahwa suatu hari kita bisa merasakan suasana terang di malam hari yang menjadi impiannya untuk dunia. Dan kitapun bisa merasakannya hingga sekarang.

 

Sebenarnya kita umat Islam yang di kabarkan oleh Allah sebagai umat terbaik. Haruslah memiliki impian melebihi impian duniawi saja. Tauladan kita Rasulullah Muhammad SAW juga mengajarkan demikian. Beliau mengajarkan kita untuk memiliki impian yang panjang. Jauh kedepan. Tidak hanya untuk kehidupan kita saat ini saja tetapi untuk kehidupan anak-cucu kita bahkan hingga sampai kepada kehidupan yang abadi, yaitu kehidupan Akhirat.


"Dari Anas bin Malik RA, ia berkata Rasulullah SAW bersabda, "Barangsiapa menjadikan akhirat tujuannya (niatnya), niscaya Allah akan menjadikan kekayaannya di dalam hatinya. Dia akan mengumpulkan segala urusannya yang tercerai berai, dan dunia datang padanya dalam keadaan hina. Dan barang siapa menjadikan dunia tujuannya (niatnya), niscaya Allah akan menjadikan kefakiran berada di depan matanya. Dia akan mencerai-beraikan segala urusannya yang menyatu, dan tidak datang kepadanya dari dunia kecuali sekadar yang telah ditakdirkan baginya." (HR. Tirmidzi)


Hal ini telah di buktikan oleh kaum muslim dari generasi ke generasi. Salah satunya adalah ketika Rasulullah bersama dengan para sahabat. Rasulullah ditanya oleh salah seorang sahabat. ''Ya Rasul, mana yang lebih dahulu jatuh ke tangan kaum Muslimin, Konstantinopel atau Romawi?'' Nabi menjawab,''Kota Heraklius (Konstantinopel). (HR Ahmad, Ad-Darimi, Al-Hakim).


Kemudian, Rasulullah bersabda“Kota Konstantinopel akan jatuh ke tangan Islam. Pemimpin yang menaklukkannya adalah sebaik-baik pemimpin dan pasukan yang berada di bawah komandonya adalah sebaik-baik pasukan. .” (HR Ahmad bin Hanval Al Musnad).


Hal yang disampaikan oleh Rasulullah ini menjadi Impian terhebat yang di punyai oleh kaum muslim sepanjang masa. Dari masa sahabat mereka berlomba-lomba mewujudkan hadits ini. Segala macam cara mereka lakukan. 


Berbagai futuhat atau penaklukan di lakukan. Daerah Islam semakin luas. Namun belum ada yang berhasil. Hingga akhirnya ada seorang anak bernama Muhammad yang berhasil menaklukkannya. Ia akhirnya dikenal sebagai Muhammad Al Fatih.


Kegigihan Muhammad Alfatih ini tidak terlepas dari sebuah impian. Impiannya hanya satu yaitu Menjadi Orang yang di sebut dalam sabda Rasulullah tadi. Namun tidak berhenti sampai disitu. Impian itu ia wujudkan dengan berbagai usaha dan doa. Ia menjadi sebaik-baik manusia. Ia memperbanyak ibadah. Menguatkan usahanya. Meningkatkan kemampuan pasukannya. Dan sebagainya. Akhirnya Usahanya ini membuahkan hasil. Allah berikan pertolongan kepadanya untuk menaklukkan konstantinopel. Dan ia menjadi sebaik-baik panglima yang dikabarkan Rasulullah tadi.


Impian dan Khayalan terkesan sama. Yang membedakan adalah Khayalan adalah sesuatu yang hanya tersimpan dalam pikiran namun tidak ada usaha untuk mewujudkannya. Sedangkan impian adalah sesuatu yang di wujudkan dengan usaha untuk meraihnya dengan kegiatan yang tertarget sehingga bisa terwujud. Dan tidak menjadi pemikiran saja tetapi menjadi kenyataan. Ayo wujudkan impian kita!


Telah di posting di Grup KMO Facebook sebagai sarkat #Day6